sambutan

selamat datang sahabat.....

Selasa, 25 April 2017

Wisata Sungai Kopu

Perjalananku menjelajah lokasi wisata di Kabupaten Kampar pada kali ini menuju wisata sungai di Kecamatan Koto Kampar Hulu. Kami menghubungi pengelola wisata disana. Kami memilih paket untuk sepuluh orang. Paket terdiri atas perjalanan wisata sungai dan makan siang dengan ikan yang berasal dari Sungai Kampar. Kami berangkat pada pagi hari dari Bangkinang menggunakan dua mobil kecil. Selain paket wisata Sungai Kopu, kami merencakan melanjutkan perjalanan ke objek wisata berikutnya di XIII Koto Kampar sehingga dalam satu perjalanan yang dimulai dari pagi dan berakhir saat senja kami dapat mengunjungi tiga objek wisata.


Kami sampai di rumah makan Mandi Angin, yang berada tidak jauh dari kantor Camat Koto Kampar Hulu, sebagai awal perjalanan wisata Sungai Kopu. Pengelola paket wisata ini merupakan pemilik rumah makan Mandi Angin. Kami menunggu rombongan sebelumnya yang masih dalam perjalanan di Sungai Kopu. Sambil menunggu kami menghabiskan waktu dengan berfoto-foto dan makan makanan kecil yang tersedia di rumah makan tersebut dan tidak termasuk paket wisata yang telah disepakati.

Kecamatan Koto Kampar Hulu memiliki pesona sungai yang luar biasa. Sungai Kopu merupakan cabang dari Sungai Kampar. Kami semua menggunakan pelampung sebelum menaiki sampan motor yang disediakan. Pengelola berpesan agar kami tidak mencoba berenang di Sungai Kopu karena kedalaman airnya berkisar 8 meter atau lebih. Namun disediakan benen ukuran besar untuk mengalir mengikuti arus sungai di Sungai Kopu yang dalam bahasa Kampar dikenal dengan istilah mailiu.

Sungai Kampar saat kami datang pada kali ini dalam keadaan dangkal. Di bagian lain Sungai Kampar, kami melihat masyarakat berjalan kaki menyeberang Sungai Kampar dengan batas air setinggi pinggang dewasa. Tidak jauh dari lokasi yang dangkal tersebut kami sampai di percabangan Sungai Kampar dan Sungai Kopu. Pemandangan alam mulai berbeda begitu kami memasuki Sungai Kopu. Sungai Kampar di bagian tepinya adalah pasir yang biasa ditambang oleh masyarakat. Sedangkan pinggir Sungai Kopu adalah dinding batu yang kokoh dan indah. Kami terpesona menyaksikan pemandangan Sungai Kopu yang di luar dugaan. Kami besar di wilayah yang dialiri Sungai Kampar, namun tidak menemukan pemandangan seperti yang ada di Sungai Kopu.


Sungai Kopu di percabangan sungai Kampar 



Suasana Sungai Kopu



Dinding batu di sepanjang Sungai Kopu

Di tengah perjalanan terdapat air terjun Batu Hidung. Air ini turun dari bukit di atas dinding batu. Pemberian nama Batu Hidung karena terdapat batu yang menyerupai hidung di aliran air terjun. Kondisi air terjun ini tergantung debit air yang dipengaruhi musim. Saat musim penghujan maka air terjun terlihat cantik, sedangkan di musim panas maka air terjun hanya terlihat kecil. Kami berhenti disini untuk berfoto-foto. 


Air terjun Batu Hidung



Air terjun Batu Hidung



Air terjun Batu Hidung


Kami meneruskan perjalanan di Sungai Kopu sampai batas yang ditetapkan dan terlihat lebih dangkal, kemudian berputar balik ke awal. Terdapat sebuah lokasi yang agak datar sehingga kami bisa makan bersama disana dengan bekal yang telah disiapkan oleh pengelola. Setelah puas menikmati suasana maka kami kembali ke Rumah Makan Mandi Angin. Kami disuguhi minuman sesuai pilihan masing-masing kami. Perjalanan kami lanjutkan sesuai rencana, mengunjungi satu objek wisata yang berada dalam perjalanan menuju Sungai Kopu, yaitu Candi Muara Takus dan mengunjungi air terjun Pulo Simo. Perjalanan Wisata ke air terjun Pulo Simo akan saya tuliskan secara tersendiri.


Sampan motor sebagai kendaraan wisata Sungai Kopu



Menikmati Sungai Kopu



Matahari menutupi dan menerangi sebagian Sungai Kopu



Pohon yang tumbuh di batu dinding Sungai Kopu



Merencanakan perjalanan wisata ke Sungai Kopu perlu diperhatikan musim dan cuaca. Di musim panas air terjun Batu Hidung terlihat kurang eksotis. Pada musim penghujan yang panjang ada risiko lain yang perlu dipertimbangkan bila ingin berkunjung kesini, yaitu banjir. Bila air mulai dalam, meskipun belum banjir, maka pengelola perjalanan akan menolak mendampingi wisata ke Sungai Kopu, sangat berisiko mengarungi sungai karena air mengalir deras. Saya telah beberapa kali berkunjung ke Sungai Kopu. Pada salah satu kunjungan, kami tidak berhasil wisata ke Sungai Kopu meskipun kami telah membuat janji dengan pengelola. Hal ini terjadi karena air Sungai Kampar mulai dalam pada dini hari tersebut karena musim hujan. Bila Sungai Kampar saja sudah dalam, tentu Sungai Kopu jauh lebih dalam dan deras airnya. Beberapa hari setelah itu terjadi banjir di wilayah Kampar dan Rumah Makan Mandi Angin tenggelam oleh banjir. Banjir terjadi di wilayah Kampar karena hujan terjadi terus-menerus tidak hanya terjadi di wilayah Kampar tapi juga terjadi di wilayah Sumatera Barat. Sungai-sungai di Sumatera Barat mengalir ke sungai di wilayah Kampar. Sungai Kampar berakhir di laut. Pada saat banjir, maka semua daerah yang dialiri Sungai Kampar juga terkena dampak banjir sesuai dengan tingginya permukaan bumi di daerah tersebut.