sambutan

selamat datang sahabat.....

Kamis, 16 Maret 2017

Air Terjun Koto Panisan

Perjalananku kali ini mencapai air terjun Koto Panisan sangat unik. Perencanaan berbeda dengan hasil. Saat persiapan berangkat kami merencanakan mengunjungi air terjun Batu Hidung. Saya bersama saudari dan para keponakan sangat bersemangat bersiap menuju air terjun, karena kami belum pernah mengunjungi air terjun ini. Dengan menggunakan dua buah mobil kecil kami menuju Koto Kampar Hulu.

      Memasuki wilayah XIII Koto Kampar, di Batu Bersurat terdapat persimpangan jalan, karena penasaran maka kami mengikuti jalan belok ke kiri. Setelah bertemu pasar kami melanjutkan perjalanan sehingga akhirnya kami bertemu pada akhir jalan aspal yang terputus sebelum sebuah sungai kecil. Dalam perjalanan ini kami tidak disertai pemandu, sehingga akhirnya kami memutuskan balik kanan ke awal persimpangan karena tidak tau jalan lanjutannya. Di jalan utama kami bertanya pada seorang warga tentang keberadaan air terjun. Ibu tersebut menyampaikan bahwa di ujung jalan terputus tersebut memang menuju air terjun. Kami harus berjalan untuk mencapainya. Kami saling berpandangan. Karena tanpa pemandu, akhirnya kami memutuskan meneruskan perjalanan ke Koto Kampar Hulu.

          Pejalanan menuju Koto Kampar Hulu berjalan lancar walaupun di beberapa titik terdapat jalan rusak. Di sebagian jalan terdapat proses pengerjaan jalan, mudah-mudahan secara bertahap jalan ini dilakukan perbaikan sehingga jalan menuju objek wisata di daerah ini menjadi lebih menarik. Memasuki wilayah Koto Kampar Hulu perjalanan kami beriringan dengan bus Universitas Riau. Di persimpangan jalan saat kami berhenti, sopir bus mengklakson berulang-ulang sehingga kami tidak jadi berhenti untuk bertanya.

Di pinggir pasar kami bertanya pada masyarakat, benarkah jalan yang kami tempuh menuju air terjun? Mereka membenarkan dan menyuruh untuk meneruskan perjalanan dengan belok ke kiri. Setelah jauh berjalan, saya mulai ragu, sepertinya kami menempuh jalan yang salah. Kami bertanya pada masyarakat dimana letak kantor Camat Koto Kampar Hulu. Ternyata kami memang salah jalan. Karena mendapat informasi jalan tersebut juga menuju air terjun, maka kami tetap melanjutkan perjalanan.

Kami sampai di pinggir sungai dan melihat ada lagi bus Universitas Riau disana serta terdapat lokasi perkemahan yang berisi mahasiswa. Kami saling berpandangan dan ketawa. Rupanya rute kami jadi berubah. Di pinggir sungai terdapat banyak sepeda motor yang parkir. Kami berbincang dengan kepala dusun yang juga sedang berada disana. Dia bercerita tentang air terjun Koto Panisan dan rute jalan menuju kesana. Terdapat ojek untuk menuju air terjun Koto Panisan. Kami menyepakati meneruskan perjalanan menuju air terjun Koto Panisan setelah bertanya pada seluruh peserta akan kemampuan berjalan kaki. Kami tetap bersemangat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, tanpa bantuan ojek.

Di pinggir sungai terdapat warung yang berjualan makanan buatan masyarakat setempat. Kami menikmati makanan tersebut sambil menunggu rakit untuk menyeberang. Setelah menyeberang sungai Kampar dengan rakit maka kami melanjutkan perjalanan menuju air terjun Koto Panisan.

air terjun koto panisan

Rakit masih berada di seberang sungai Kampar



koto kampar hulu, kab. Kampar, Riau

 Memulai berjalan kaki menuju air terjun



Berjalan kaki menuju air terjun tentu saja butuh tenaga yang cukup. Saya perkirakan jalan yang ditempuh sekitar 3 – 4 kilometer. Kami berpapasan dengan masyarakat yang mengambil hasil hutan dengan membawanya menggunakan sepeda motor. Jalan kecil dari tanah berbatu yang tidak rata dan sebagiannya licin tentu bukan jalan yang mudah untuk ditempuh dengan sepeda motor disertai membawa hasil bumi yang berat. Kami bersyukur atas kemudahan hidup yang kami peroleh.

koto kampar hulu, Kab. Kampar, Riau

Jalan yang ditempuh masyarakat untuk mengangkut hasil bumi


Cukup lelah berjalan kaki untuk mencapai air terjun Koto Panisan, namun terobati dengan pemandangan yang indah dan sejuk.

koto kampar hulu, kab. Kampar, Riau

Air terjun Koto Panisan



Air terjun Koto Panisan

Terdapat banyak pengunjung air terjun Koto Panisan. Terjun dari tingkat atas menjadi sensasi tersendiri. Ada yang kesulitan memanjat batu namun dibantu temannya dengan menjulurkan kaki untuk ditarik. Pemandangan kebersamaan masing-masing rombongan menjadi kenangan tersendiri.

koto kampar hulu, kab. Kampar, Riau

Air terjun Koto Panisan




Kebersamaan menikmati alam

Beberapa anak muda mendaki puncak tempat air terjun turun dan menikmati bermain disana. Mereka menahan air yang mau jatuh sehingga tidak ada air yang terjun. Ketika teman di atas batu bagian tengah air terjun siap untuk terjun, maka mereka melepaskan air untuk terjun. Menyenangkan…





Menikmati air terjun Koto Panisan


koto kampar hulu, kab. Kampar, Riau

Keindahan air terjun Koto Panisan 

Perjalanan pulang ditempuh lumayan lama karena anggota tim mulai ada yang perlu istirahat karena kakinya mulai lelah. Di pinggir sungai kami melihat besi yang terentang di atas sungai dari arah seberang, sepertinya persiapan untuk menyeberang dengan gondola. Mudah-mudahan kami berkesempatan datang kembali dan menikmati menyeberang dengan gondola, bukan dengan rakit. 

Akhirnya kami sampai kembali ke mobil dan karena semua bekal makan siang tinggal di mobil maka kami pun mencari tempat untuk makan dan shalat. Kami menikmati istirahat, makan dan shalat di mesjid yang terdapat di depan pasar. Pada akhirnya saya tau ternyata pasar ini tidak jauh dari kantor Camat Koto Kampar Hulu yang sejak awal saya cari sebagai petunjuk jalan menuju air terjun Batu Hidung. Kami harus menjadwalkan kembali untuk mengunjungi air terjun Batu Hidung.