sambutan

selamat datang sahabat.....

Rabu, 08 Juni 2016

Telaga Hijau RSUD Bangkinang


Terkadang muncul pertanyaan: danau atau telaga? Apa beda telaga dengan danau? Menurut Kamus Bahasa Indonesia arti kata danau adalah genangan air yang amat luas yang dikelilingi daratan; telaga; tasik. Sedangkan arti kata telaga adalah 1 danau (di pegunungan); 2 kolam; perigi; balong; 3 Min sumur pengeboran sumber minyak tanah. 
Suatu genangan dapat disebut danau jika memenuhi kriteria berikut:
  • Permukaan air cukup luas sehingga terdapat gelombang.
  • Air cukup dalam sehingga terdapat perbedaan suhu pada berbagai kedalaman air.
  • Vegetasi yang mengapung (ganggang) tidak cukup banyak untuk menutupi seluruh permukaan air.

Terdapat 8 jenis danau:
a.   Danau Vulkanik
b.   Danau Tektonik
c.   Danau Tektovulkanik
d.   Danau Glasial
e.   Danau Aliran/Ladam
f.    Danau Karst
g.   Danau Laguna
h.   Danau Bendungan

Telaga Hijau ukurannya lebih dari cukup untuk dilayari perahu. Perkiraan kedalaman di tengahnya adalah 8-10 meter. Kriteria danau yang tidak terpenuhi pada Telaga Hijau adalah permukaan air tidak cukup luas untuk menimbulkan gelombang. Tidak pernah terlihat gelombang cukup besar di permukaan air, yang terlihat hanya gerakan air yang tidak menimbulkan hempasan di pinggir.  Sehingga lebih tepat bila disebut telaga yaitu danau dalam ukuran kecil. 

  Gambar 1. Telaga Hijau

Telaga Hijau tidak berasal dari aliran sungai. Telaga Hijau bukan buatan,  tapi alami. Terdapat mata air sebagai sumber air telaga sehingga telaga ini tidak pernah kering pada musim kemarau.  Pada musim hujan maka air telaga meluap sehingga menggenangi sekeliling telaga sampai ke jalan yang terdapat tidak jauh dari telaga. Pada awal menggunakan gedung baru RSUD Bangkinang, untuk menghindari banjir maka dibuat aliran pembuangan air untuk membatasi ketinggian air. 

 Gambar 2. Telaga Hijau dari sisi yang berbeda


 Gambar 3. Telaga Hijau dari sisi lain

Telaga Hijau menjadi cadangan sumber air yang masih harus diolah mesin pembersih air agar air dapat digunakan. Saat ini RSUD Bangkinang telah memiliki mesin pengolah air meskipun tidak dalam ukuran besar, karena perannya hanya sebagai cadangan, bukan untuk rutin. Bila terjadi gangguan aliran air dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) maka air telaga dapat diolah sebagai sumber air RSUD Bangkinang. 

 Gambar 4. RSUD Bangkinang

Dalam pengembangan RSUD Bangkinang, telaga ini direncanakan berada di tengah kompleks RSUD Bangkinang.  Bagian pinggirnya akan dibangun turab. Sekelilingnya akan dibangun menjadi tempat olahraga ringan buat pasien berupa area untuk latihan berjalan dan untuk bersepeda.  Mudah-mudahan Telaga Hijau suatu saat terpelihara sesuai master plan dan terlihat lebih cantik. Aamiin...