sambutan

selamat datang sahabat.....

Sabtu, 28 Mei 2016

Puncak Air Terjun Batang Kapas, Kec. Kampar Kiri Hulu

            Menikmati pagi di lereng Bukit Barisan memandangi air terjun Batang Kapas bersama rombongan menimbulkan kenangan yang luar biasa. Puas memotret dan merekam keindahan suasana pagi, aku tidak bersedia kembali ke goa, karena aku merasa gamang melintasi pinggir jurang menuju goa.  Semua rombongan mulai sarapan sementara aku menghabiskan waktu untuk memotret dan merekam. 


             Setelah puas memotret maka aku berteriak pada rombongan, karena jarakku yang jauh dengan mereka melewati pinggir jurang, bahwa aku tidak ikut mendaki ke puncak. Aku memilih turun ke air terjun untuk menunggu mereka kembali dari puncak Bukit Barisan. Hengki, bocah kelas lima Sekolah Dasar setempat, datang mengantarkan ranselku. Dia bertanya aku mau kemana? Aku katakan aku mau turun dan tidak ikut mendaki bersama mereka ke puncak Bukit Barisan. Hengki berhasil meyakinkanku untuk ikut jalan ke puncak Bukit Barisan. Namun aku katakan bahwa aku akan berhenti di tempat dimana aku tidak mampu mengatasi rintangan perjalanan.  

              Usai makan, mereka berkemas untuk melanjutkan perjalanan ke puncak Bukit Barisan. Mereka heran akhirnya aku bersedia ikut ke puncak. Kami meninggalkan ransel dan semua bekal di tempat kami bertemu, agar tidak membebani perjalanan mendaki. Karena hanya aku yang belum sarapan, akhirnya aku makan sendirian. 

              Perjalanan menuju puncak terasa lebih sulit buatku. Seperti kata Hengki, kami tidak mendaki bebatuan terjal tapi mendaki tanah. Aku berpegangan pada akar pohon untuk membantu memanjat bukit yang terjal. Aku harus berjuang melawan phobia ketinggian saat mendaki bukit terjal. Perjalanan sulit ini berhasil kuatasi. Kami sampai di tempat dimana air terjun Batang Kapas berasal. Terdapat beberapa lubuk dengan mata air. Juga terdapat sungai kecil menuju lubuk-lubuk tersebut. 


 Gambar 1. Hutan di puncak Bukit Barisan


Gambar 2. Pemandangan indah di puncak Bukit Barisan



Gambar 3. Lubuk dan sungai tempat air terjun Batang Kapas berasal


              Disini terdapat air terjun kecil menuju pinggir Bukit Barisan. Anggota rombongan dengan gembira berenang dalam lubuk-lubuk menuju air terjun mini. Rekaman pemandangannya dapat dilihat disini.


Gambar 4. Air terjun di puncak bukit


            Kami berjalan dan mendaki menuju tempat air mulai jatuh. Aku tentu saja gamang karena menuju pinggir jurang. Untuk mengatasi kegamangan, maka aku tidak melihat ke arah jurang dan berjalan menjauh dari pinggir jurang. Pemandangan yang indah membayar semua kegamangan dan lelah perjalanan. 


Gambar 5. Tempat air jatuh menjadi air terjun Batang Kapas


             Terdapat air terjun mini seperti air terjun yang ada dalam taman. Batu-batunya berukir indah. Anggota rombongan segera saja berenang dalam lubuk cantik ini. Aku hanya bermain air dan memotret serta merekam pemandangan disana.

 Gambar 6. Air terjun mini seperti taman



Gambar 7. Hengki Berdiri di Pinggir Jurang Tempat Air Mengalir
Yang Akan Jatuh Menjadi Air Terjun Batang Kapas


           Keindahan suasana di puncak air terjun Batang Kapas, aku rekam dalam video disini. Rani dan Arika memotret dan berfoto di pinggir jurang. Aku tidak berani menuju pinggir jurang karena tidak terdapat batu pembatas di pinggir jurang, sementara sebagian anggota rombongan melihat pemandangan dari pinggir jurang. Masih ada puncak yang lebih dimana tinggi terdapat danau Love disana, namun dengan pertimbangan waktu maka kami tidak melanjutkan perjalanan kesana. Mudah-mudahan suatu saat kami dapat kembali kesini dan mengunjungi danau Love dan goa-goa yang terdapat di puncak Bukit Barisan. 


Catatan perjalanan 7 Mei 2016