sambutan

selamat datang sahabat.....

Kamis, 19 Mei 2016

Kenapa Rumah Sakit Gagal?



Pada dasarnya rumah sakit merupakan suatu organisasi yang kompleks, karena adanya keterlibatan sumber kekuasaan dan otonomi berbagai kutub (1):

1.      Pemerintah
Karena menyangkut kepentingan masyarakat yang azasi, maka peran pemerintah untuk mengendalikan cukup besar.
2.      Pemilik rumah sakit
Pemilik rumah sakit mempunyai misi yang mulia, sehingga penerapannya akan sangat hati-hati dan menjaga ketat nama baik itu.
3.      Profesional
Secara faktual historis, profesional seperti dokter, mempunyai otomoni dan cara pandang terhadap kesehatan yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan penderita.
4.      Direksi rumah sakit
Tuntutan situasi yang menuju pada profesionalisme dan efisiensi, membutuhkan pola manajemen yang lebih rasional.
5.      Masyarakat
Baik secara perorangan atau melalui organisasi kemasyarakatan, sekarang ini secara lebih jelas menuntut pelayanan yang memuaskan dan memenuhi
standar kewajaran.
6.      Dunia bisnis
Dunia bisnis alat kesehatan, obat, alat kantor dan lain-lain secara pasti mendorong penggunaan barang modal yang harus dikelola secara hati-hati dan dihitung untung ruginya.
7.      Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi
Kemajuan ICT (Information and Communication Technology) memberikan pengaruh besar karena kecepatan dan kemudahannya.

Dari 7 kutub itulah organisasi rumah sakit yang ada selama ini lebih berorientasi kepada pelayanan. Artinya bagaimana pelayanan itu diorganisasi agar dapat berjalan. Perhatian yang kurang pada efisiensi dan produktifitas, juga organisasi yang mengutamakan efisiensi akan menunjukkan pola pelayanan yang lamban mengantisipasi perubahan. Sehingga mutu akan sulit dicapai secara wajar, maka organisasi rumah sakit masa kini dan masa datang harus berorientasi pada perkembangan yang terus menerus. Artinya ketujuh sumber kekuasaan itu harus dimanfaatkan agar organisasi rumah sakit dapat terus berkembang memenuhi tuntutan kepuasan pasien yang terus berkembang pula. 

Ada 4 komponen penting dalam organisasi rumah sakit (1):
1.      Governing board atau dewan penyantun
Merupakan perwakilan pemilik rumah sakit beserta lainnya yang terkait dan menjadi wali rumah sakit.
2.      CEO (Cheaf Executive Officer) atau direksi
Merupakan pelaksana manajemen operasional.
3.      Staf medis
Merupakan pelaksanan pelayanan medis.
4.      Pegawai rumah sakit
Melaksanakan kegiatan rumah sakit lainnya di luar pelayanan medis.

Keempat komponen organisasi itu terkait satu sama lain seperti pada gambar berikut:


Gambar 1. Empat komponen dalam organisasi rumah sakit



Sebab kegagalan rumah sakit

Kegagalan rumah sakit dalam melaksanakan kegiatan, sebagaimana terjadi di beberapa perusahaan, telah dapat diidentifikasi sebab-sebab kegagalannya. Sebab kegagalan itu diantaranya:
1.      Lemahnya organisasi dan pencapaian tujuan
2.      Lemahnya komunikasi
3.      Tumpang tindihnya kegiatan
4.      Tidak cukupnya pendapatan
5.      Seretnya cash flow
6.      Kesalahan operasional
7.      Kesalahan keputusan manajemen
8.      Beroperasi pada dasar yang goyah
9.      Moral pegawai yang rendah
10.  Tingginya pergantian pegawai
11.  Produktifitas karyawan yang rendah.

Sebab atau alasan kegagalan dapat salah satu atau kombinasi dari hal tersebut, untuk itu tanda-tanda yang muncul yang menunjukkan adanya hal di atas perlu diperhatikan dan diketahui. (1,2)

Masalah organisasi
           
Dari penyebab kegagalan, kalau ditelusuri lebih lanjut, akan terlihat adanya masalah organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Mungkin dapat dikatakan penyebab intinya adalah adanya permasalahan dalam organisasi.

            Permasalahan dalam organisasi yang nantinya akan merupakan cikal bakal kegagalan diantaranya sebagai berikut:
1.      Lemahnya rancangan struktur organisasi
2.      Tidak tepat sasaran, tidak tepat waktu dan tidak tepat nilai dalam sistem informasi manajemen
3.      Tidak efektif dalam pengendalian pendapatan dan piutang
4.      Sedikit atau tidak ada sama sekali perencanaan jangka panjang
5.      Tidak realistiknya standar produktifitas pegawai

Dari uraian di atas dapat dilihat rancangan sruktur organisasi merupakan yang pertama kali disebut sebagai sumber permasalahan dalam organisasi yang akan menimbulkan kegagalan rumah sakit.

Rancangan struktur organisasi yang baik akan tergambar kegiatan, sekaligus dengan monitoring efektifitas dan perhatian terhadap manfaat struktur tersebut. Hal yang kritis untuk diketahui  dalam merancang struktur organisasi adalah diketahuinya kekuatan dan kelemahan yang ada secara jujur. Tahu dengan jelas apa yang diketahui dan apa yang tidak diketahui, maka akan jelas usaha apa yang perlu dilakukan agar menjadi tahu. (1,2)

Ciri organisasi yang efektif
           
Organisasi yang efektif dapat didefinisikan sebagai kelompok dari individu yang bersama-sama berhasil mencapai tujuan. Perlu 3 faktor yang diperhatikan:
1.      Struktur organisasi
Merupakan pengelompokan fungsi agar dapat bekerja sama dan menjelaskan hubungan antara masing-masing kelompok.
2.      Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab
Wewenang dan tanggung jawab serta kekuasaan harus didelegasikan dengan jelas dan terarah.
3.      Pemilihan petugas yang tepat untuk jabatan yang tepat pula.

Selain itu tergantung pula kemampauan untuk:
1.      Menyediakan pelayanan yang dibutuhkan;
2.      Menyediakan pelayanan dengan biaya minimum tanpa mengorbankan kualitas;
3.      Mengembangkan petugas yang berkualitas.

Masih ada hal yang lain dalam organisai yang ikut berperan dalam mencapai keberhasilan, diantaranya:
1.         Identifikasi yang jelas pusat pertanggungjawaban;
2.         Span control yang realistik;
3.         Kesatuan perintah yang jelas. (3,4)

Ciri organisasi yang efektif diantaranya:
1.         Struktur organisasi yang secara jelas dapat mengembangkan hubungan antar bagian;
2.         Kejelasan pendelegasian wewenang;
3.         Pemilihan orang yang tepat pada jabatan yang tepat
4.         Menyediakan pelayanan sesuai kebutuhan
5.         Menjalankan pelayanan yang murah dengan mutu yang terjangkau
6.         Pengembangan petugas yang potensial. (2)

Tanggung jawab rumah sakit dalam rangka mencapai kinerja yang baik memerlukan:
1.         Kejelasan tujuan dan sasaran dengan prioritas yang tepat;
2.         Alokasi sumber daya yang minimum dalam mencapai tujuan dan sasaran;
3.         Analisa yang jelas tentang biaya dan manfaat pelayanan yang dapat dicapai;
4.         Evaluasi terhadap hasil yang dicapai;
5.         Melaporkan hasil evaluasi kepada yang berkepentingan.

Kemudian ada 2 hal yang perlu diperhatikan:
1.      Spesifikasi pekerjaan
Makin besar organisasi, maka spesifikasi akan makin besar.
2.      Pembagian kekuasaan
Dalam rangka pembagian kekuasaan, maka perlu diperjelas pola yang ada, ke arah sentralisasi atau desentralisasi. Sentralisasi berarti kekuasaan dan kewenangan ada pada manajer puncak. Desentralisasi berarti kekuasaan dan kewenangan ada pada manajer menengah dan bawah.

Pembagian ini tergantung:
1.      Situasi lingkungan;
2.      Sejarah organisasi yang berangkutan;
3.      Pola pengambilan keputusan;
4.      Kemampuan manajer tingkat bawah. (1,3)

Daftar P       Daftar  Pustaka
(1)          Sabarguna, BS, Buku Pegangan Mahasiswa Manajemen Rumah Sakit Jilid 1, Sagung Seto, Jakarta, 2009.
(2)          Sabarguna, BS, Knowledge Management untuk Rumah Sakit, Sagung Seto, Jakarta, 2007.
(3)          Sabarguna, BS, Kompetensi Manajemen  Rumah Sakit, Sagung Seto, Jakarta, 2009.
(4)          Sabarguna, BS, Organisasi dan Manajemen  Rumah Sakit, Konsorsium Rumah Sakit Islam Jateng - DIY, Yogyakarta, 2008.