sambutan

selamat datang sahabat.....

Senin, 16 Mei 2016

Kapan Akreditasi?



Pertanyaan ini selalu menggangguku. Pertanyaan bersumber dari rekan kerja internal ataupun eksternal, termasuk rekan kerja di Kementerian Kesehatan. Pertanyaan ini seperti menghantuiku sejak tahun 2013, sebelum akreditasi RSUD Bangkinang berakhir masa berlakunya pada September 2013. 

Menatap sertifikat penghargaan tahun 2010 yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan membuatku terharu. Penghargaan Akreditasi Nilai Tertinggi Lima Pelayanan diberikan pada RSUD Bangkinang Prov. Riau, kalimat itu tertulis di piala yang saat ini berada di ruang kerja Bupati Kampar. Dalam piagam yang ditandatangani Menteri Kesehatan tertulis: Tanda Penghargaan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang, Penghargaan Kepada Rumah Sakit Berprestasi Dalam Pelayanan Kesehatan (Kep. Menkes RI No. 1623/MENKES/SK/XI/2010). Saat melapor kepada Bupati Kampar, Burhanuddin Husin, Bupati meminta piala penghargaan diletakkan di lemari ruang kerjanya dan menyerahkan piagam dari Menteri Kesehatan kepada kami untuk ditempatkan di RSUD Bangkinang, karena Direktur saat itu, dr. Sona, SpTHT-KL sedang cuti melakukan ibadah haji, sehingga aku bersama dr. Hendi Darmawan yang hadir pada acara puncak Hari Kesehatan Nasional 12 November 2010 di Kementerian Kesehatan dan juga melaporkannya pada Bupati Kampar. Seharusnya aku membuat duplikatnya sebelum menghadap Bupati, sehingga kami bisa meletakkan duplikatnya di ruang kerja Direktur. :)
Aku teringat saat aku menerima telepon pada waktu magrib tanggal 10 November 2010 dari Kementerian Kesehatan untuk bersiap ke Jakarta menghadiri penyerahan penghargaan, aku terkejut dan serasa mimpi. Besoknya pun aku masih menyampaikan dengan ragu pada tim tentang informasi tersebut. Ketika siangnya kami menerima fax dari Kementerian Kesehatan barulah aku merasa yakin dan bersiap memesan tiket penerbangan ke Jakarta. Kami berangkat ke Jakarta usai upacara Hari Kesehatan Nasional tingkat Kabupaten Kampar yang diselenggarakan di RSUD Bangkinang. Kenangan tentang hal tersebut membuatku terharu dan bangga dengan kerja sama tim yang luar biasa. Kami sama sekali tidak menduga akan menerima penghargaan, karena beberapa hari sebelumnya pun anggota tim bertanya kepadaku dengan galau, “Apakah kita lulus akreditasi? Apakah kita harus mengulang?”
Pergantian Kepala Daerah di era otonomi ini juga berimbas kepada pergantian Direktur Rumah Sakit. RSUD Bangkinang mengalami pergantian Direktur pada tahun 2012. Pergantian pemimpin tertinggi rumah sakit tentu mengakibatkan perubahan suasana kerja karena perubahan gaya kepemimpinan. Apakah pergantian pemimpin suatu hal yang buruk? Tentu saja tidak. Siapapun yang menjadi pemimpin, yang paling penting untuk mencapai target adalah soliditas tim. Hal ini sering aku ingatkan pada seluruh tim. Pekerjaan di rumah sakit tidak tergantung siapa pemimpin, tapi tergantung bagaimana kita melakukan pekerjaan dengan baik. Persoalannya, dalam akreditasi versi 2012 ini yang diuji adalah Direktur Rumah Sakit, anggota tim mendukung dalam pelaksanaan. Jadi, sentral akreditasi versi 2012 ini adalah Direktur sebagai pemimpin tertinggi rumah sakit, tidak dapat diwakili oleh siapapun, sehingga Direktur harus menjadi orang yang paling mengerti tentang akreditasi dan semua aturan yang berlaku di rumah sakit.
Kapan kita akreditasi? Pertanyaan ini semakin menggalaukanku mulai tahun lalu. Pergantian Direktur telah berlalu empat tahun hingga saat ini, sehingga diharapkan Direktur saat ini telah memahami manajemen rumah sakit dan mampu membawa rumah sakit ini lulus akreditasi. Izin operasional RSUD Bangkinang berakhir pada 1 Maret 2017. Tanpa sertifikat akreditasi yang masih berlaku, maka tidak mungkin terbit perpanjangan izin operasional rumah sakit. Pada akhirnya, mau tidak mau, galau tidak galau, kami harus bersiap untuk mencapai akreditasi.
Persiapan awal dimulai dengan memindahkan seluruh pelayanan RSUD Bangkinang ke gedung baru, karena tidak mungkin penilaian akreditasi dilakukan bila pelayanan dilakukan di dua tempat berbeda. Membereskan kepindahan ini menjadi tantangan berat bagi seluruh tim, mulai dari finalisasi persiapan gedung baru, peralatan dan pendukung lainnya. Alhamdulillah akhirnya seluruh tim berhasil memindahkan seluruh pelayanan ke gedung baru secara bertahap pada bulan April 2016.
Proses persiapan tim akreditasi dilakukan pada saat proses pindah gedung secara bertahap, dengan melakukan pemilihan terhadap tim persiapan akreditasi. Selama proses pindah gedung, alhamdulillah, tidak terjadi masalah yang serius dalam pelayanan terhadap masyarakat. Direncanakan rapat-rapat persiapan akreditasi untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Standar akreditasi versi 2012 sangat berbeda dengan versi 2007, sehingga seluruh tim harus berupaya keras untuk mempersiapkannya. Karena yang menjadi sentral akreditasi versi 2012 ini adalah Direktur sebagai pemimpin tertinggi rumah sakit, tidak dapat diwakili oleh siapapun, sehingga Direktur harus menjadi orang yang paling mengerti tentang akreditasi dan semua aturan yang berlaku di rumah sakit, maka diharapkan Direktur yang memimpin semua persiapan akreditasi. Sebagai pengingat dan penyemangat seluruh tim maka kami membuat pin untuk seluruh pegawai yang bekerja di RSUD Bangkinang.




T: Kapan akreditasi?
J: Harus tahun 2016 ini.
T: Yakin?
J: Harus yakin. Mudah-mudahan Allah memberi kemudahan dalam semua persiapan.   
    Aamiin...


Ayo bergerak dan bersiap… ! 
Semangat...!