sambutan

selamat datang sahabat.....

Kamis, 19 Mei 2016

Air Terjun di Kabupaten Kampar



Air terjun bagiku memiliki sensasi tersendiri. Menatap airnya yang jatuh dari ketinggian dengan keindahan mengingatkan pada kekuasaan Allah yang sangat dahsyat. Sebuah hal yang terasa bertolak belakang, kekuatan yang menimbulkan rasa takut dan keindahan yang menyejukkan hati. Di masa perkuliahan dulu, aku sangat menyukai perjalanan mengunjungi air terjun, meskipun aku tidak pernah berenang di dalamnya, karena aku memang tidak bisa berenang.

Saat aku masih Sekolah Dasar, aku pernah mencoba mandi di Sungai Kampar saat air sungai dangkal dan mencoba meringankan badan untuk berenang. Sungai Kampar berada tak jauh dari rumah orangtuaku, namun aku tak pernah diberi izin untuk mandi ke sungai. Itu kali pertama aku mandi di sungai Kampar bersama Abang, Kakak dan Adik. Air sungai Kampar di musim panas menjadi dangkal sehingga ada pulau di pinggir dan di tengah sungai. Namun rupanya ini menjadi pengalaman buruk buatku. Saat mencoba meringankan badan untuk berenang di air dangkal tersebut, aku justru hanyut, sehingga tubuh kecilku tergores oleh bebatuan. Tentu saja warga lain yang berada di sungai tertawa melihatku hanyut di air dangkal. Abang segera menolongku. Akhirnya aku mandi di sungai dengan gayung. Hahaha…

Dimasa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Silantai, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, aku memaksakan diri belajar berenang di lubuk yang terdapat di desa tersebut. Usahaku gagal. Aku justru tenggelam dan nyaris tidak selamat. Gadis desa yang pergi bersamaku berusaha menolongku dan alhamdulillah berhasil menggapai tanganku saat aku terbawa arus dan tepat sebelum kepalaku nyaris terbentur batu besar dalam aliran sungai. Pengalaman yang tak terlupakan dan memberi pelajaran penting buatku. Sejak saat itu aku tidak lagi berusaha untuk belajar berenang.

Kabupaten Kampar memiliki banyak air terjun yang belum aku ketahui dan kunjungi. Saat aku bekerja di Puskesmas Bangkinang Barat, saat ini bernama Puskesmas Kuok, aku bersama beberapa teman puskesmas melakukan perjalanan mengunjungi Lubuk Ninio di desa Merangin, Kecamatan Bangkinang Barat, saat ini telah berganti nama menjadi Kecamatan Kuok. Meskipun air terjunnya tidak tinggi, namun perjalanan dan suasananya menyenangkan. Banyak pelajar dan mahasiswa berkemah disana. Saat itu, kira-kira sepuluh tahun yang lalu, aku tidak tau bahwa ada air terjun lain di Kabupaten Kampar. Masyarakat Kampar selalu berasumsi bahwa Kabupaten Kampar tidak memiliki alam yang indah untuk dikunjungi, sehingga setiap libur yang direncanakan adalah mengunjungi alam di daerah lain. Lubuk Ninio menjadi alternatif terdekat untuk wisata air terjun.



 Gambar 1. Air terjun Lubuk Ninio, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar




 Gambar 2. Air terjun Lubuk Ninio, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar dari sisi yang berbeda


Tiga tahun yang lalu Lala, keponakanku, pergi wisata alam ke air terjun di Desa Siabu, Kecamatan Salo, bersama guru dan teman sekolahnya di SMU Muhammadiyah Bangkinang. Sampai saat ini aku belum berhasil ke air terjun di Siabu karena Lala tidak hafal jalannya sehingga tidak bisa menjadi pemandu perjalanan. Di Siabu juga terdapat Sungai Lipai yang menjadi arena memancing bagi yang hobi memancing. Di Sungai Lipai terdapat buaya yang menjadi tantangan tersendiri bagi pemancing ikan. Mudah-mudahan suatu saat aku berkesempatan mengunjungi air terjun dan sungai Lipai di Siabu didampingi pemandu yang memahami lingkungan disana. 

Dua tahun lalu aku mendapat informasi tentang keberadaan air terjun di Kampar Kiri Hulu. Ada beberapa air terjun di wilayah tersebut. Di Desa Tanjung Belit terdapat air terjun Batu Dinding dan Sungai Subayang yang eksotis, selain itu juga terdapat goa yang cantik. Tempat tersebut telah aku tampilkan di blog ini. Dapat dikunjungi halaman  disinidisini, disinidisini dan disana

Di Kampar Kiri Hulu juga masih terdapat air terjun di desa lainnya. Air terjun yang paling menantang untuk dikunjungi di Kampar Kiri Hulu adalah air terjun Batang Kapas di Desa Lubuk Bigau. Perjalanan menuju air terjun Batang Kapas di desa Lubuk Bigau terasa sangat menantang buatku. Sejak dua tahun lalu kami telah merencanakan perjalanan menuju air terjun tertinggi kedua di Sumatera ini. Aku menceritakan tersendiri perjalananku ke air terjun Batang Kapadisinidisinidisini dan disana

Kecamatan Kampar Kiri dengan ibu kecamatannya Lipat kain juga mempunyai air terjun. Air terjun terdapat di Desa Sungai Geringging yang berada 3 km dari Lipat Kain. Air terjun Sungai Kitang dapat dicapai dengan menyusuri Sungai Kitang. Namun sayangnya aku belum berkesempatan mengunjunginya. Mudah-mudahan suatu saat aku berkesempatan ke air terjun Sungai Kitang.

Kecamatan XIII Koto Kampar memiliki air terjun yang tidak kalah menarik. Beberapa air terjun disana telah aku kunjungi, seperti air terjun Pulo Simo dan air terjun Panisan. Aku akan menceritakan secara tersendiri pengalamanku mengujungi air terjun di XIII Koto Kampar. Masih ada banyak lagi air terjun yang belum aku kunjungi di XIII Koto Kampar, ada air terjun Tambang Murai, air terjun Batu Hidung dan air terjun lainnya yang aku juga belum tau namanya.

Sangat di luar dugaan, ternyata Kabupaten Kampar memiliki alam yang sangat indah namun belum dikenali oleh masyarakat. Mungkin masih ada lagi air terjun yang belum aku ketahui. Mudah-mudahan aku berhasil mengunjungi sebagian besar air terjun yang berada di Kabupaten Kampar. Mudah-mudahan dengan berjalannya waktu aku semakin mengetahui kekayaan alam Kabupaten Kampar, tanah kelahiranku.