sambutan

selamat datang sahabat.....

Jumat, 13 Mei 2016

Air Terjun Batu Dinding, Wisata Alam Kampar Kiri Hulu



         Liburan kali ini kami merencanakan perjalanan yang berbeda dari liburan lainnya. Setelah sangat lama aku tak lagi menikmati liburan ke alam, kali ini kami memilih mengunjungi wisata alam di Kampar Kiri Hulu. Kampar Kiri Hulu merupakan Kecamatan pemekaran di Kabupaten Kampar, Propinsi Riau, dengan ibukota Gema. Terakhir kali aku mengunjungi daerah ini pada tahun 2005. Namun saat itu tidak ada yang bercerita tentang keberadaan air terjun disana.

Air terjun bagiku memiliki sensasi tersendiri. Menatap airnya yang jatuh dari ketinggian dengan keindahan mengingatkan pada kekuasaan Allah yang sangat dahsyat. Sebuah hal yang terasa bertolak belakang, kekuatan yang menimbulkan rasa takut dan keindahan yang menyejukkan hati. Di masa perkuliahan dulu, aku sangat menyukai perjalanan mengunjungi air terjun, meskipun aku tidak pernah berenang di dalamnya.
Perjalanan menuju air terjun di desa Tanjung Belit terasa menantang buatku. Bertahun-tahun hanya menapaki jalan kota, tentu saja mengerakkan kaki melangkah di perbukitan menjadi perjalanan yang terasa berat. Apalagi perjalanan ini berisi tim dengan usia yang sangat bervariasi, dari dua puluh tahun sampai lima puluh tahun. Usia termuda berjenis kelamin laki-laki dan usia tertua berjenis kelamin perempuan.
Kami memulai perjalanan dari Pekanbaru pada jam sembilan pagi dengan perbekalan untuk berkemah satu hari satu malam, terdiri dari tenda dan perlengkapannya dan bahan makanan serta peralatan memasak di lokasi berkemah. Perbekalan dipersiapkan untuk delapan orang, namun dalam perjalanan dua peserta mengalami kendala, sehingga akhirnya hanya menjadi enam peserta.
Perjalanan dari Pekanbaru ke desa Lipat Kain di Kecamatan Kampar Kiri tidak mengalami kendala, kami menempuhnya dengan waktu dua jam. Di desa Lipat Kain kami mengunjungi kebun bawang merah yang sedang dikembangkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar untuk menjadi pusat penghasil bawang merah di Riau. Ini kali pertama aku mengunjungi kebun bawang merah tersebut dan aku terkesan dengan hasil yang dicapai masyarakat.
Di rumah Kepala Desa Tanjung Belit, kami menitipkan kendaraan setelah menurunkan bekal di kaki bukit. Perjalanan mendaki dimulai dalam kondisi mulai lapar. Kami berbagi beban sesuai kemampuan peserta. Bukit ini tidak tinggi, namun karena sudah sangat lama tidak mendaki dan usiaku sudah kepala empat, tentu saja ini akan menjadi perjalanan yang menantang buat staminaku. Pada saat kami bersiap untuk mendaki, rombongan pelajar SMK dari Pekanbaru juga mulai mendaki. Mereka berkemah di kaki bukit, sedangkan kami memutuskan berkemah di air terjun karena kami hanya berjumlah enam orang. Dengan berdoa kami memulai pendakian. 

 Gambar 1. Memulai perjalanan ke air terjun Batu Dinding

 Gambar 2. Pintu masuk ke air terjun Batu Dinding

Perjalanan ini semestinya hanya ditempuh 30 menit, namun kami menghabiskan waktu 1 jam untuk mencapai air terjun. Mendaki dan menuruni bukit, meniti jembatan kayu, serta melewati sungai berbatu hingga akhirnya sampai di air terjun dalam kondisi lapar dan letih. Namun rasa letih terobati ketika melihat keindahan alam ciptaan Allah. Kami masih harus melanjutkan perjuangan dengan memasang tenda dan memasak, baru akhirnya melepas lelah dan menikmati makan di alam terbuka dengan pemandangan yang menyenangkan.



 Gambar 3. Medan jalan ke air tern Batu Dinding



 Gambar 4. Medan jalan ke air terjun Batu Dinding


 Gambar 5. Lokasi berkemah di air terjun Batu Dinding

 Gambar 6. Air terjun Batu Dinding

Gambar 7. Air terjun Batu Dinding dari sudut yang berbeda


          Berkemah di air terjun menjadi pengalaman yang menyenangkan. Paginya menangkap ikan tanpa alat pancing. Ikan kemudian dibakar. Karena kami nggak hobby memancing, jadi gak ada yang teringat membawa alat pancing. Mandi pagi dengan berenang di lubuk air terjun terasa menyenangkan. Beribadah di alam terbuka tentu memiliki sensasi tersendiri. Lokasi ini sulit jaringan telfon, sehingga memang sepenuhnya menikmati alam. Menikmati suasana subuh yang sejuk dan mandi di air terjun tentu meningglkan kenangan tersendiri untuk seluruh tim. Mudah-mudahan suatu saat punya kesempatan kembali berkemah disana.  

 Gambar 8. Berenang di Lubuk air terjun Batu Dinding

Gambar 9. Berenang di lubuk air terjun Batu Dinding



 Video 1. Suasana lubuk air terjun Batu Dinding



Catatan perjalanan 1 Februari 2014