sambutan

selamat datang sahabat.....

Rabu, 20 Mei 2015

Berkata Baik atau Diam


Ucapan dapat lebih kejam dari sebilah pedang. Namun, sebagian kita kadang tidak menyadari seberapa tajam kata-katanya melukai orang lain. Apakah karena bebal atau karena tidak peduli pada orang lain? Anehnya, meski dia tidak peduli seberapa dalam dia melukai orang lain, dia sangat sensitif terhadap ucapan orang lain pada dirinya.  

Hidup ini sebuah transaksi. Kita hanya menerima apa yang kita berikan.  Bila kita memberi kebaikan, maka kita akan menerima kebaikan.  Bila kita memberi keburukan, maka kenapa kita berharap menerima kebaikan? Ketika kita menanam padi, maka ilalang juga ikut tumbuh. Bila kita menanam ilalang maka padi tidak akan ikut tumbuh. Artinya sebuah kebaikan tidak semuanya berarti baik. Namun, keburukan tidak akan berubah menjadi kebaikan.
Manusia hidup berkelompok.  Tidak ada orang yang mampu hidup sendiri.  Bila kita tidak peduli pada luka hati orang lain, kenapa orang harus peduli pada luka hati kita? Berpikirlah sebelum bicara. Ucapan yang melukai hati ibarat kayu yang dipaku. Walaupun pakunya dicabut, pada kayu tetap ada bekas.
Luka hati karena kalimat yang sama dapat berbeda rasa sakitnya bila dilakukan oleh orang yang berbeda. Bila dilakukan oleh orang yang memang selalu jahat pada kita, maka rasa sakitnya tidak seberapa. Bisa jadi juga kita mengabaikannya dan tidak peduli. Bila dilakukan oleh orang yang tidak kita anggap, maka rasa sakitnya terasa hanya sedikit. Ketika ucapan yg melukai hati bila dilakukan oleh orang yg kita anggap teman baik, maka rasa sakitnya ibarat kayu dipaku dg paku yg besar. Ketika pakunya dicabut juga meninggalkan bekas yg lebih besar daripada paku kecil. Rasa sakitnya lebih besar lagi apabila dilakukan oleh teman baik sejak masih kuliah dan sesama aktivis sebuah lembaga. Aku tak bisa tidur semalaman menahan rasa sakitnya. Sampai akhirnya aku mampu mengikhlaskan dan memaafkannya meskipun yang bersangkutan tidak meminta maaf. Semoga Allah mengampuni kesalahan yang dilakukan orang tersebut, disengaja atau tidak oleh yang bersangkutan.   

Kenyataan ini mengajarkan padaku bahwa ternyata uang dapat mengubah sebuah persahabatan. Aku mendapat pelajaran berharga karena hal ini. Terimakasih karena telah memberi warna dalam hidupku. Kurang seru hidup ini bila tanpa warna. Mudah-mudahan aku selalu mampu mengingat pesan ibuku: hubungan persaudaraan dan persahabatan lebih berharga daripada uang.  Terimakasih ibu dan aba atas semua tunjuk ajarmu padaku. Mudah-mudahan aku tidak membuat kalian malu karena sikapku.