sambutan

selamat datang sahabat.....

Selasa, 09 April 2013

Pengembangan Wira Usaha Rumah Sakit


Aspek medis akan terkait secara langsung dengan pelayanan pada pasien yang terkait dengan:

1.      Pasien
2.      Petugas kesehatan: dokter, perawat dan lain-lain
3.      Prosedur tindakan
4.      Prosedur pelayanan
5.      Peralatan medis
6.      Ruangan tindakan medis


Aspek bisnis meliputi :
1.      Pemasaran seperti : leaflet, booklet;
2.      Kenyaman pada tempat layanan seperti perawatan kelas VIP atau VVIP;
3.      Kemudahan seperti antar jemput, pembayaran dengan kartu kredit;
4.      Kelengkapan seperti toko, wartel dan lain-lain.

Prinsip yang ada dapat dianggap sebagai sendirian yang berusaha mencapai keuntungan baik terkait atau tidak dengan aspek medis. Dalam pengertian ini layanan medis bukan merupakan bisnis, pendukung dan kelengkapannya yang merupakan aspek bisnis. Dalam pengertian ini maka gambarannya adalah :
1.      Pemeriksaan pasien oleh dokter adalah medis, sedangkan
·         ruangan yang nyaman
·         kursi yang empuk dan
·         adanya TV waktu menunggu
Merupakan aspek bisnisnya karena pemeriksaan pasien dapat dilakukan di rumah pasien atau di kamar tidur atau di lapangan sekalipun.
2.      Diagnosa penyakit yang diderita adalah aspek medis, diagnosa dengan dasar yang sama akan berlaku sama bagi orang kaya atau orang miskin, berpangkat atau jelata. Sedangkan
·         dimana ditetapkan, di RS besar ataau di klinik
·         alat pendukung ketepatan seperti USG, MRI dan
·         siapa yang memeriksa dan tergabung dalam tim
Merupakan aspek bisnisnya, karena beberapa penyakit akan menunjukkan gejala yang sama.
3.      Terapi penyakit yang standar akan berlaku sama dari aspek medis, sedangkan
·         tempat dilayani seperti di kelas III, VIP
·         obat generik atau bermerek dan
·         alat dengan berbagai merek yang harganya berbeda
Merupakan aspek bisnis yang jelas berbarengan.

Pada era globalisasi ditandai adanya hal yang sangat berbeda dari sudut :
1.      Komunikasi, telepon, internet, radio dan TV yang secara satelit telah menunjukkan tidak adanya batas negara;
2.      Transportasi darat, laut dan terutama udara telah membuat jarak yang makin dekat;
3.      Budaya dan seni akan cepat berimbas dan mengesankan membuat budaya lokal menjadi menuju global atau tersisih dan tertinggal seperti seperti nyanyi, taari dan pakaian.
4.      Ilmu dan teknologi secara cepat menyebar, ditiru dan kadaluarsa.

Untuk menghadapi globalisasi diperlukan adanya arahan atau pengalaman penting yang perlu diperhatikan diantaranya :
1.      Melihat keluar : penting mulai proses berfikir untuk menghasilkan strategi baru dan produk baru.
2.      Inovasi : tidak hanya pasar dalam negeri tapi perlu melihat peluang dan melihat sumber daya.
3.      Menciptakan masa depan : proaktif berfikir, lebih awal dalam bertindak dan berfikir jauh ke depan.

Untuk globalisasi perumahsakitan, patokan penting yang perlu dilakukan antara lain:
1.      Peningkatan kerja sama
Peningkatan kerja sama antar berbagai rumah sakit dan keahlian kedokteran, sehingga sebagai tim yang kuat.
2.      Pengaturan jejaring
Pengaturan jejaring yang memungkinkan saling menopang.
3.      Peningkatan mutu
Peningkatan mutu karyawan dan manajemen yang berstandar internasional.
4.      Peningkatan profesionalisme
Peningkatan pengetahuan dan skill serta remunerasi yang adil dan prospektif.

Hal di atas walaupun tidak mudah sudah saatnya digiatkan dan dipercepat kalau tidak akan jauh tertinggal, selain itu diperlukan pula:
1.      Pendidikan manajemen rumah sakit yang lebih berorientasi pada kompetensi;
2.      Pelatihan yang terus menerus sejalan dengan kemajuan teknologi;
3.      Lebih giat menguasai information and communication technology (ICT).


Sumber: Sabarguna, BS, Knowledge Management untuk Rumah Sakit, Sagung Seto, Jakarta, 2007.