sambutan

selamat datang sahabat.....

Sabtu, 12 Januari 2013

Kompetensi Manajer Rumah Sakit


Kompetensi adalah kombinasi dari pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku yang berkontribusi sebagai orang yang efektif. Sedangkan kompetensi manajemen adalah kombinasi dari pengetahuan manajemen, keterampilan manajemen, sikap manajemen  dan perilaku agar menjadi orang yang efektif untuk duduk pada berbagai tingkatan dalam organisasi.


Tujuan dari kompetensi manajemen adalah :
1.      Melaksanakan manajemen yang efektif;
2.      Dapat bekerja sesuai jabatannya;
3.      Dapat melaksanakan tanggung jawab.

Komponen kompetensi manajemen rumah sakit dapat dilihat pada tabel 1.


Dalam era globalisasi sekarang ini sangat diperlukan agar manajemen memiliki seluruh kompetensi manajemen. Tidak cukup hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan tapi juga harus memiliki inovasi yang didukung oleh sikap dan perilaku manajemen.
Inovasi memiliki kompetensi manajemen strategis dengan komponen berupa perencanaan strategis, persaingan global dan kualitas kelas dunia. Manajemen strategis mempunyai ciri :
1.      Mengacu kepada masa datang;
2.      Mempertimbangkan perubahan yang dapat diperhitungkan sebelumnya;
3.      Intervensi yang dikembangkan mengabaikan efek samping yang ternyata dapat menimbulkan akibat yang besar dan hasil yang sebelumnya;
4.      Hanya mempertimbangkan keberhasilan, tanpa melihat kegagalan.

Kenyataannya adalah :
1.      Aspek waktu sangat cepat berubah ukurannya dari tahun samapi nano detik;
2.      Perubahan yang cepat dan tidak begitu mudah diperkirakan;
3.      Efek samping, akibat lanjut muncul secara mendadak;
4.      Harus tetap ingat pada kekuasaan ALLAH SWT.
Maka perlu diupayakan rencana strategis yang dilakukan perbaikan yang selalu dievaluasi dan dilakukan perubahan untuk dibuat rencana strategis yang baru sebagai suatu siklus yang terus menerus.
Persaingan merupakan kenyataan yang ada yang harus dihadapi mau atau tidak selain perubahan dan akan cenderung lebih berat dan kompleks pada era globalisasi sekarang ini. Penting diperhatikan :
1.      Kemampuan yang dimiliki sekarang dan masa datang;
2.      Gerakan pesaing sekarang dan masa datang;
3.       Kecendrungan lingkungan, ilmu dan teknologi di masa datang.

Diantara sekian banyak cara ada 3 jenis yang mencolok :
1.      BPR atau Business Process Reenginering yang mengandalkan perbaikan proses untuk memenangkan persaingan;
2.      Good to great, yang mengandalkan strategi organisai dan pelayanan;
3.      Blue Ocean, yang berusaha mencari peluang dari area persaingan yang relatif kecil yang orang lain belum terpikirkan.

Persaingan global ditandai dengan :
1.      Kemajuan teknologi dan komunikas;
2.      Kemajuan transportasi;
3.      Pasar bebas.

Yang menyebabkan arus barang tanpa batas negara, cepat ditiru dan cepat pula kadaluarsa maka perlu secara hati-hati menyikapi dan harus bekerja bersama-sama, tidak cukup perusahaan atau pemerintah saja. Diperlukan kerjasama dan kearifan serta bahu membahu mengembangkan ilmu dan teknologi serta kemampuan SDM agar dapat bersaing, karena tidak mungkin lagi untuk menahan atau mengahalangi.

Untuk mencapai kualitas kelas dunia diperlukan :
1.      Siklus kinerja yang didukung oleh upaya perbaikan yang mempermudah proses dan biaya yang perlu diturunkan tanpa mengurangi mutu serta peningkatan pangsa pasar dan keuntungan;
2.      Paradigma baru, komitmen dan fokus pada proses dari pelanggan yang menjadi fokus utama untuk mencapai kualitas kelas dunia;
3.      Kelompok cara kerja konsensus, tim kerja, semua ahli dan pengendalian positif tentu memerlukan upaya pelatihan dan penemuan orang-orang yang cocok sehingga merupakan sinergi yang mengarah pada pencapaian kualitas kelas dunia;
4.      Hasil yang diharapkan sampai pada kesejahteraan umat manusia dengan tetap memberikan tempat bagi kompetisi yang adil dengan didukung oleh struktur organisasi yang datar dan ramping dengan penggunaan nilai yang tepat akan mencapai kualitas kelas dunia.
5.      Memiliki 4 ciri standar kualitas untuk menjadi kelas dunia yaitu:
a.       Kebutuhan yang jelas tentang kualitas;
b.      Pencegahan dari kerusakan, bukan perbaikan;
c.       Tanpa kesalahan, bukan memperbaiki kesalahan;
d.      Memperoleh nilai tambah, bukan hanya lebih baik.
6.      Tim kerja yang berkualitas merupakan sesuatu yang sangat diharapkan terjadi agar menjadi kelas dunia yang berhubungan dengan sumber daya, motivasi dan pelatihan yang perlu diupayakan agar tercipta karena tidak dapat terjadi denagn sendirinya.

Inovasi manajemen, selain kompetensi manajemen strategis juga diperlukan kompetensi berpikir, analisis dan keputusan manajemen yang terdiri dari komponen berpikir manajemen, analisis manajemen dan keputusan manajemen. Ketiga aspek ini adalah :
o   Berpikir yang terkait manajemen
o   Analisis yang terkait berbagai pola dan perhitungan
o   Keputusan manajemen yang meliputi proses dan kecepatannya.

Agar menjadi salah satu pembeda antara manajer dengan pelaksana. Keterkaitan ini menunjukkan :
1.      Berpikir harus menjadi dasar, mulia yang sistematis dan kreatif;
2.      Analisis manajemen harus di pihak yang relevan dan perhitungan yaang rumit dapat dibantu oleh komputer;
3.      Keputusan harus diproses dalam pembuatannya dan dievaliasi hasil yang dicapai.

Kompetensi Pejabat Struktural Rumah Sakit
           
Berdasarkan Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 971/Menkes/per/XI/2009 tentang Standar Kompetensi Pejabat Struktural Kesehatan, Pengangkatan pegawai ke dalam suatu jabatan struktural kesehatan dilakukan setelah memenuhi persyaratan kualifikasi serta standar kompetensi jabatan yang akan dipangkunya melalui proses rekruitmen dan seleksi. Standar kompetensi jabatan meliputi:
1.      kompetensi dasar
2.      kompetensi bidang dan
3.      kompetensi khusus.

Kompetensi Dasar harus dimiliki oleh Pejabat Struktural meliputi:
a.       Integritas;
b.      Kepemimpinan;
c.       Perencanaan;
d.      Penganggaran;
e.       Pengorganisasian;
f.       Kerjasama; dan
g.      Fleksibel.

Kompetensi Bidang didapat melalui pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional kesehatan sesuai dengan bidang pekerjaannya meliputi :
a.       Orientasi pada pelayanan;
b.      Orientasi pada kualitas;
c.       Berpikir analitis;
d.      Berpikir konseptual;
e.       Keahlian tehnikal, manajerial, dan profesional; dan
f.       Inovasi

Kompetensi Khusus harus dimiliki oleh pejabat struktural dalam mengemban tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan jabatan dan kedudukannya meliputi:
a.       Pendidikan;
b.      Pelatihan; dan/atau
c.       Pengalaman jabatan.

Pejabat struktural kesehatan Rumah Sakit terdiri dari:
1.      Direktur;
2.      Wakil Direktur Pelayanan Medis, Administrasi Umum, Keuangan, Sumber Daya Manusia, Pendidikan;
3.      Kepala Bidang dan/atau Kepala Bagian; dan
4.      Kepala Seksi dan/atau Kepala Subbagian

Sesuai dengan jabatan penulis maka kompetensi pejabat struktural yang dibahas adalah jabatan Kepala Bidang/Kepala Bagian dan pejabat dibawahnya.
Kompetensi Kepala Bidang dan/atau Kepala Bagian meliputi:
1.      Berlatar belakang pendidikan paling sedikit Sarjana sesuai dengan bidang kerjanya.
2.      Telah mengikuti pelatihan Kepemimpinan dan Kewirausahaan, Rencana Aksi Strategis, Rencana Implementasi dan Rencana Tahunan, Sistem Rekruitment Pegawai, dan Sistem Remunerasi. Pelatihan harus dipenuhi sebelum atau paling lama 1 (satu) tahun pertama setelah menduduki jabatan struktural.
3.      Diutamakan memiliki pengalaman jabatan paling singkat 3 (tiga) tahun sesuai dengan bidang tugasnya.
           
Kompetensi Kepala Seksi dan/atau Kepala Subbagian terdiri dari:
1.      Berlatar belakang pendidikan paling sedikit Sarjana sesuai dengan bidang kerjanya.
2.      Telah mengikuti pelatihan Kepemimpinan dan Kewirausahaan, Rencana Aksi Strategis, Rencana Implementasi dan Rencana Tahunan, Sistem Rekruitment Pegawai, dan Sistem Remunerasi. Pelatihan harus dipenuhi sebelum atau paling lama 1 (satu) tahun pertama setelah menduduki jabatan struktural.

DAFTAR PUSTAKA

(1)          Sabarguna, BS, Kompetensi Manajemen  Rumah Sakit, Sagung Seto, Jakarta, 2009.
(2)          Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 971/Menkes/per/XI/2009 tentang Standar Kompetensi Pejabat Struktural Kesehatan.