sambutan

selamat datang sahabat.....

Kamis, 27 September 2012

Kompetensi Sumber Daya Manusia Rumah Sakit


Organisasi rumah sakit sangatlah unik dan kompleks. Keberadaan pusat-pusat kekuasaan atau otoritas di rumah sakit juga unik dan sukar ditemukan persamaannya pada organisasi atau institusi lain. Di rumah sakit kepemimpinan puncak terdiri dari tiga satuan atau organ fungsional yang berbeda kewenangan, tugas dan tanggung jawab masing-masing, namun semua harus bekerja sama. Secara integratif dalam menjalankan misi rumah sakit. Ketiga kepemimpinan puncak adalah :
a.    Pemilik atau yang mewakili pemilik
b.    Direksi
c.    Staf medis.
Pemilik atau yang mewakili pemilik sebagai otoritas steering, Direksi atau Pimpinan Rumah Sakit mempunyai fungsi sebagai motor penggerak dan staff medis adalah pelaku utama core business rumah sakit. Tidak satupun dari tiga kekuasaan itu akan berfungsi, jika tidak ada dua yang lain. Mereka sesungguhnya adalah tritunggal yang bersama-sama secara fungsional memimpin rumah sakit dan bertanggung jawab bersama tentang layanan kepada masyarakat (shared acountability). 1
Pelayanan rumah sakit yang harus “segar” akan memerlukan peran sumber daya manusia yang handal karena :
·         Mutu pelayanan berada di pundak mereka
·         Keberhasilan tergantung pula faktor manusia walaupun dengan bantuan alat
·         Pada saat kritis yang dapat berpikir dan mengambil keputusan adalah manusia yang punya kemampuan.

Untuk dapat memberikan pelayanan rumah sakit yang demikian perlu upaya yang serius dalam menangani sumber daya manusia tidak hanya soal gaji, balas jasa dan jabatan. Lebih dari itu kemampuan petugas dan kondisi kerja sangat mempengaruhi pemberian pelayanan yang bermutu sehingga mendapat kepercayaan dari pelanggan.
Faktor manusia harus dibina dan ditingkatkan kemampuannya, sejalan dengan itu perlu pula dikembangkan kondisi pekerjaan dari alat sampai aturan yang saling mendukung bagi terciptanya pelayanan yang bermutu, sebab dengan pelayanan yang bermutu itulah kepercayaan akan timbul yang merupakan dasar bagi perkembangan selanjutnya. Kemampuan petugas tidak hanya dalam hal pengetahuan saja, tapi sikap serta perilaku secara terpadu. Bila tidak, akan sangat menyulitkan bagi pelayanan yang manusiawi. Konsep yang jelas berubah dari menganggap manusia sebagai alat produksi kepada sumber daya yang potensial untuk dikembangkan masih perlu secara pasti ditelusuri kemudian dipraktekkan secara nyata. 2
Untuk dapat memberikan pelayanan yang bermutu maka kompetensi sumber daya manusia sangat penting diperhatikan. Kompetensi adalah kombinasi dari : pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), sikap (attitude) dan perilaku (habit) yang berkontribusi sebagai orang yang efektif. Tujuan dari kompetensi adalah :
1.      Melaksakan tugas dengan efektif
2.      Dapat bekerja sesuai bidangnya
3.      Dapat melaksanakan tanggung jawab. 3

Knowledge

A.    Tenaga Manajemen 4
Memiliki pengetahuan tentang :
a.       Industri perumahsakitan :
a.       Pelayanan rumah sakit
b.      Bisnis rumah sakit
c.       Regulasi
b.      Manajemen fungsional dan sumber daya manusia.
a.       Manajemen fungsional
b.      Manajemen sumber daya
c.       Keselamatan pasien dan pengendalian infeksi nosokomial.

B.     Tenaga Medis 5
Memiliki pengetahuan tentang :
a.       Falsafah kedokteran
b.      Komunikasi efektif
c.       Keterampilan klinis
d.      Landasan ilmiah ilmu kedokteran
e.       Pengelolaan masalah kesehatan
f.       Pengelolaan informasi
g.      Mawas diri dan pengembangan diri.
h.      Etika, Moral, Medikolegal dan Profesionalisme serta Keselamatan Pasien.

C.     Tenaga Keperawatan 6
Memiliki pengetahuan tentang :
1.      Falsafah dan struktur keperawatan
2.      Pengumpulan data tentang status kesehatan klien/pasien yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan.
3.      Diagnosis keperawatan dirumuskan berdasarkan data status kesehatan.
4.      Rencana asuhan keperawatan meliputi tujuan yang dibuat berdasarkan diagnosis keperawatan.
5.      Rencana asuahan keperawatan meliputi prioritas dan pendekatan tindakan keperawatan yang ditetapkan untuk mencapai tujuan yang disusun berdasarkan diagnosis keperawatan.
6.      Tindakan keperawatan membantu klien/pasien untuk berpartisipasi dalam peningkatan, pemeliharaan dan pemulihan kesehatan.
7.      Tindakan keperawatan membantu klien/pasien untuk mengoptimalkan kemampuannya untuk hidup sehat.
8.      Ada tidaknya kemajuan dalam pencapaian tujuan ditentukan oleh klien/pasien dan perawat.
9.      Ada tidaknya kemajuan dalam pencapaian tujuan memberi arah untuk melakukan pengkajian ulang, pengaturan kemkali urutan prioritas, penetapan tujuan baru dan perbaikan rencana asuahan keperawatan.

D.    Tenaga Penunjang Medik
a.       Tenaga Gizi
                   Pengetahuan yang harus dimiliki tenaga gizi adalah :
                                                  i.      Falsafah dan struktur pelayanan gizi
                                                ii.      Tata laksana/asuhan/pelayanan gizi klinik
                                              iii.      Pelayanan gizi masyarakat
                                              iv.      Sistem penyelenggaraan makanan institusi/massal
                                                v.      Pendidik/penyuluh/pelatih/konsultan gizi
                                              vi.      Pemasaran produk gizi dan wira usaha
                                            vii.      Praktik kegizian yang bekerja secara profesional dan etis. 7

b.      Tenaga Farmasi
Pengetahuan yang harus dimiliki tenaga farmasi adalah :
                                                  i.      Falsafah dan struktur farmasi
                                                ii.      Pekerjaan kefarmasian
                                              iii.      Perbekalan farmasi
                                              iv.      Penyiapan rencana kerja kefarmasian
                                                v.      Penyiapan pengelolaan perbekalan farmasi
                                              vi.      Penyiapan pelayanan farmasi klinik 8
                                            vii.      Pengelolaan perbekalan farmasi
                                          viii.      Pelayanan farmasi klinik
                                              ix.      Pelayanan farmasi khusus. 9

c.       Tenaga Laboratorium 10
Pengetahuan yang harus dimiliki tenaga laboratorium adalah :
                                                  i.      Pengetahuan yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya di laboratorium kesehatan.
                                                ii.      Merencanakan dan merancang proses proses yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya di laboratorium kesehatan sesuai dengan jenjangnya.
                                              iii.      Proses teknis operasional laboratorium.
                                              iv.      Penilaian analitis terhadap uji laboratorium.
                                                v.      Pengetahuan untuk melaksanakan kebijakan pengendalian mutu dan prosedur laboratorium.
                                              vi.      Kewaspadaan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi hasil uji laboratorium.

d.      Tenaga Radiologi
Pengetahuan yang harus dimiliki tenaga radiologi adalah :
                                                  i.      Falsafah dan struktur radiologi/radiogrrafi.
                                                ii.      Pemeriksaan pasien secara radiografi meliputi pemeriksaan untuk radiodiagnostik dan imajing termasuk kedokteran nuklir dan ultrasonografi (USG)
                                              iii.      Teknik penyinaran radiasi pada radioterapi.
                                              iv.      Penyelenggaraan pelayanan kesehatan bidang radiologi/radigorafi.
                                                v.      Akurasi dan keamanan tindakan proteksi radiasi dalam mengoperasikan peralatan radiologi dan atau sumber radiasi.
                                              vi.      Jaminan mutu peralatan radiografi. 11

e.       Tenaga Fisioterapi
Pengetahuan yang harus dimiliki tenaga fisioterapi adalah :
                                            i.            Analisa ilmu sebagai dasar praktik
                                          ii.            Analisa dan sistesis kebutuhan pasien/klien
                                        iii.            Merumuskan diagnosa fisioterapi
                                        iv.            Perencanaan tindakan fisioterapi
                                          v.            Intervensi fisioterapi
                                        vi.            Evaluasi dan reevaluasi
                                      vii.            Kemampuan komunikasi dan koordinasi yang efisien dan efektif.
                                    viii.            Pendidikan
                                        ix.            Penerapan prinsip-prinsip manajemen dalam praktik fisioterapi
                                          x.            Melaksanakan penelitian
                                        xi.            Tanggung jawab terhadap masyarakat dan profesi. 12

Skill

A.    Tenaga Manajemen 4
Memiliki keterampilan tentang :
a.       Komunikasi :
a.       Membaca, menulis dan presentasi ilmiah
b.      Negosiasi
c.       Manajemen konflik
b.      Tim kerja :
a.       Membangun tim
b.      Motivasi
c.       Coaching

B.     Tenaga Medis
Memiliki keterampilan tentang :
c.       Komunikasi efektif
d.      Keterampilan klinis
e.       Pengelolaan masalah kesehatan 5

C.     Tenaga Keperawatan
Keterampilan yang harus dimiliki tenaga keperawatan adalah :
1.      Pengkajian keperawatan.
2.      Diagnosis keperawatan.
3.      Perencanaan keperawatan.
4.      Intervensi keperawatan, terdiri atas :
a.       Memenuhi kebutuhan oksigen;
b.      Memenuhi kebutuhan nutrisi, keseimbangan cairan dan elektrolit;
c.       Memenuhi kebutuhan eliminasi;
d.      Memenuhi kebutuhan keamanan;
e.       Memenuhi kebutuhan kebersihan dan kenyamanan fisik;
f.       Memenuhi kebutuhan istirahat dan tidur;
g.      Memenuhi kebutuhan gerak dan kegiatan jasmani;
h.      Memenuhi kebutuhan spiritual;
i.        Memenuhi kebutuhanemosional;
j.        Memenuhi kebutuhan komunikasi;
k.      Mencegah dan mengatasi reaksi fisiologis;
l.        Memenuhi kebutuhan pengobatan dan membentuk proses penyembuhan;
m.    Memenuhi kebutuhan pendidikan kesehatan/penyuluhan;
n.      Memenuhi kebutuhan rehabilitasi.
5.      Evaluasi keperawatan.
6.      Catatan asuhan keperawatan. 6

D.    Tenaga Penunjang Medik
a.       Tenaga Gizi
                  Keterampilan yang harus dimiliki tenaga gizi adalah :
                                                  i.      Tata laksana/asuhan/pelayanan gizi klinik
                                                ii.      Sistem penyelenggaraan makanan institusi/massal
                                              iii.      Pendidik/penyuluh/pelatih/konsultan gizi
                                              iv.      Pemasaran produk gizi dan wira usaha
                                                v.      Praktik kegizian yang bekerja secara profesional dan etis. 7

b.      Tenaga Farmasi
Keterampilan yang harus dimiliki tenaga farmasi adalah :
                                                  i.      Penyiapan rencana kerja kefarmasian
                                                ii.      Penyiapan pengelolaan perbekalan farmasi
                                              iii.      Penyiapan pelayanan farmasi klinik 8
                                              iv.      Pengelolaan perbekalan farmasi
                                                v.      Pelayanan farmasi klinik 9

c.       Tenaga Laboratorium
 Keterampilan yang harus dimiliki tenaga laboratorium adalah :
                                                  i.      Pengambilan spesimen termasuk persiapan pasien Bila diperlukan, labeling, penanganan, pengawetan, fiksasi, pemrosesan, penyimpanan dan pengiriman spesimen.
                                                ii.      Melaksanakan prosedur laboratorium, metode pengujian dan pemakaian alat dengan benar.
                                              iii.      Melakukan perawatan dan pemeliharaan lat, kalibrasi dan penanganan masalah yang berkaitan dengan uji yang dilakukan.
                                              iv.      Melaksanakan uji kualitas media dan reagen untuk pengujian spesimen. 10

d.      Tenaga Radiologi
Keterampilan yang harus dimiliki tenaga radiologi adalah :
                                                  i.      Melakukan pemeriksaan pasien secara radiografi meliputi pemeriksaan untuk radiodiagnostik dan imajing termasuk kedokteran nuklir dan ultrasonografi (USG)
                                                ii.      Menjamin terlaksananya penyelenggaraan pelayanan kesehatan bidang radiologi/radigorafi sebatas wewenwng dan tanggung jawabnya.
                                              iii.      Menjamin akurasi dan keamanan tindakan proteksi radiasi dalam mengoperasikan peralatan radiologi dan atau sumber radiasi.
                                              iv.      Melakukan tindakan jaminan mutu peralatan radiografi. 11

e.       Tenaga Fisioterapi
Keterampilan yang harus dimiliki tenaga fisioterapi adalah :
                                            i.            Merumuskan diagnosa fisioterapi
                                          ii.            Perencanaan tindakan fisioterapi
                                        iii.            Intervensi fisioterapi
                                        iv.            Evaluasi dan reevaluasi
                                          v.            Kemampuan komunikasi dan koordinasi yang efisien dan efektif.
                                        vi.            Penerapan prinsip-prinsip manajemen dalam praktik fisioterapi.12

Attitude

            Sikap yang dimiliki oleh tenaga manajemen adalah :
·         Keragaman
·         Internasionalisai
·         Etika
·         Emosional dan spiritual quetient
·         Customer cervice
·         Integritas. 4

Dalam memberikan pelayanan kepada klien dan keluarganya dibutuhkan sikap-sikap tenaga medis, tenaga keperawatan dan tenaga penunjang medik sebagai berikut:
·         Profesional
·         Bertutur lembut dalam berkomunikasi
·         Bisa bekerjasama dengan pasien dan keluarga
·         Mampu mengontrol emosi
·         Selalu siap apabila diperlukan
·         Respon tanggap yang baik
·         Ramah dan sopan
·         Memiliki perhatian terhadap pasien
·         Memberi informasi yang jelas tentang terapi dan atau tindakan sesuai kewenangan.

Habit

Perilaku tenaga manajemen yang diperlukan dalam sebuah organisasi adalah :
·         Pola kepemimpinan
·         E-hospital
·         Global finance
·         Potensi wira usaha
·         Rencana induk dan studi kelayakan
·         Hasil karya. 4

Sedangkan perilaku tenaga medis, tenaga keperawatan dan tenaga penunjang medik dalam memberikan pelayanan kepada klien dan keluarganya dibutuhkan adalah peduli yang mengandung 3 hal yang tidak dapat dipisahkan yaitu :
·         Perhatian
·         Tanggung jawab dan
·         Dilakukan dengan ikhlas.
Perilaku peduli juga merupakan sikap peduli, menghargai dan menghormati orang lain.

Kesimpulan

Setiap bagian memiliki kekhasan masing-masing sesuai dengan dasar keilmuannya. Perlu pembinaan sumber daya manusia sesuai bidangnya agar pengetahuan, keterampilan, sikap dan  perilakunya menghasilkan pelayanan yang bermutu dan memuaskan pelanggan.

Daftar Kepustakaan

1.             Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 631/Menkes/SK/IV/2005 tentang Pedomal Peraturan Internal Staf Medis (Medical Staff Bylaws) di Rumah Sakit.
2.             Sabarguna, BS, Sumber daya manusia rumah sakit, Konsorsium Rumah Sakit Islam Jateng - DIY, Yogyakarta, 2004.
3.             Sabarguna, BS, Kompetensi Manajemen  Rumah Sakit, Sagung Seto, Jakarta, 2009.
4.             Sabarguna, BS, Manajemen  Rumah Sakit Jilid 3, Sagung Seto, Jakarta, 2009.
5.             Konsil Kedokteran Indonesia, Standar Kompetensi Dokter, Jakarta, 2006.
6.             Nursalam, Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam praktik Keperawatan Profesional, Salemba Medika, Jakarta, 2011.
7.             Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 374/Menkes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Gizi.
8.             Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 376/Menkes/Per/V/2009 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Asisten Apoteker dan angka kreditnya.
9.             Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 377/Menkes/Per/V/2009 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Apoteker dan angka kreditnya.
10.         Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 370/Menkes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Ahli Tekhnologi Laboratorium Kesehatan.
11.         11.    Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 375/Menkes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Radiografer.
12.    Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 376/Menkes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Fisioterapi.