sambutan

selamat datang sahabat.....

Jumat, 17 Juni 2011

Workshop Akreditasi versi baru


            Pada tanggal 31 Mei sampai 1 Juni 2011 saya mengikuti kegiatan workshop standar akreditasi baru di hotel Sahid Jakarta yang diadakan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit yang baru dilatik pada tanggal 25 Maret 2011. Sesuai Peraturan Menkes No. 417/MENKES/PER/II/2011, tugas KARS adalah merumuskan kebijakan dan tata laksana akreditasi rumah sakit; menyusun rencana strategis, standar dan menetapkan status akreditasi rumah sakit; serta menyelenggarakan pendidikan, pelatihan, pembimbingan, melakukan sosialisasi, melakukan monitoring dan evaluasi dalam bidang akreditasi rumah sakit.
Diharapkan KARS dapat mengembangkan kiprahnya menjadi lembaga Akreditasi Internasional dalam upaya menuju kualitas pelayanan yang mampu menjawab tantangan global melalui RS yang terakreditasi dan memenuhi standar internasional. Direncanakan KARS akan diakreditasi sebagai lembaga akreditasi pada tahun 2013 sehingga sejajar dengan lembaga akreditasi di tingkat internasional. Sehari menjelang workshop, KARS telah meluncurkan situs resmi disini.   



Acara dibuka oleh Dirjen Bina Upaya Kesehatan, Bapak Supriantoro

       Workshop hari pertama menyampaikan secara umum penilaian akreditasi yang baru. Sistem penilaian sangat berbeda dengan akreditasi yang lama. Penilaian tidak difokuskan pada input seperti pada akreditasi yang lama, tapi berfokus pada proses. 


Sasaran MDGs ditambahkan dalam standar akreditasi baru


Para Komisioner KARS
            
        Kegiatan hari kedua dilanjutkan dengan pendalaman yang dibagi dalam 4 kelompok, sesuai dengan kelompok dalam standar akreditasi yang baru yaitu standar pelayanan berfokus pada pasien, standar administrasi manajemen, sasaran keselamatan pasien dan sasaran MDGs. Saya mengikuti kelompok standar pelayanan berfokus pada pasien. 



Sesi pagi


Sesi siang

              Banyak hal yang mesti diperbaiki mengikuti standar akreditasi yang baru ini yang diadopsi dari standar JCI tahun 2011 yang disesuaikan dengan Indonesia. Parameter di Indonesia malah lebih banyak daripada Amerika karena ditambahkannya sasaran MDGs dalam penilaian akreditasi. Pada postingan mendatang akan saya sampaikan gambaran umum standar yang baru. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar