sambutan

selamat datang sahabat.....

Kamis, 16 Juni 2011

Bangkinang


            Sahabat mungkin belum mengenal daerah yang bernama Bangkinang. Ini merupakan kota kecil di Propinsi Riau, ibukota Kabupaten Kampar. Kota kecil dimana saya dilahirkan. Meskipun kota ini lambat berkembang saat zaman orde baru, namun di zaman otonomi daerah lumayan mulai berkembang. Bangkinang merupakan ibukota Kabupaten Kampar di Propinsi Riau. Letaknya berada sejauh 50 kilometer dari ibukota Propinsi Riau, Pekanbaru. Bangkinang dibelah oleh Sungai Kampar. Sungai Kampar panjangnya ± 413,5 kilometer dengan kedalaman rata-rata 7,7 meter dengan lebar rata-rata 143 meter. Seluruh bagian sungai Kampar termasuk dalam Kabupaten Kampar yang meliputi Kecamatan XIII Koto Kampar, Bangkinang, Bangkinang Barat, Kampar, Siak Hulu dan Kampar Kiri. Bangkinang beriklim tropis dengan suhu maksimal 32 derajat Celsius. Disaat siang pada tempat terbuka membuat kita terbakar terik matahari dengan pandangan yang terasa silau karena amat terang dan panas.



Sungai Kampar saat pagi menjelang

Sungai Kampar saat sore yang redup



            Di tengah kota Bangkinang terdapat Islamic Centre (Markaz Islami) Kabupaten Kampar sebagai pusat kegiatan keagamaan. Sebagai daerah serambi Makkah di Riau, tentu kegiatan Agama Islam mendapat prioritas dalam kehidupan masyarakat. Dulu di tempat ini terdapat gedung karya budaya yang berfungsi juga sebagai tempat pentas seni. Di halamannya terdapat tugu. Saya dulu suka bermain disini. Sekarang dibangun mesjid yang diharapkan jadi tempat berkumpul untuk meningkatkan iman dan taqwa.








Islamic Centre Kabupaten Kampar




        Berada satu kompleks dengan Islamic Centre terdapat Gedung Mahligai Bungsu. Gedung ini berfungsi sebagai gedung pertemuan. Acara pernikahan dan acara formil dilaksanakan di gedung pertemuan Mahligai Bungsu. 


Gedung Mahligai Bungsu dan Islamic Centre berada dalam satu kompleks


Gedung Mahligai Bungsu


          Berjarak tidak sampai 1 kilometer dari Islamic Centre ini terdapat tempat dimana saya bertugas, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang. Rumah Sakit kelas C dengan 95 tempat tidur. Sesuai dengan katagorinya, tentu dapat dibayangkan bahwa rumah sakit ini masih sangat sederhana. Mudah-mudahan pelayanan yang diberikan dapat meningkat dari waktu ke waktu. 


RSUD Bangkinang



     Kota Bangkinang merupakan kota kecil yang dikelilingi oleh daerah perkebunan. Perkembangan pusat kota memang terasa lambat, mudah-mudahan di era otonomi ini dapat berkembang lebih pesat, tidak saja perkembangan sarana prasarananya tapi juga perkembangan kehidupan masyarakat. 


Matahari saat terbit di tengah kota Bangkinang


          Berjarak 5 km dari pusat kota Bangkinang terdapat sungai yang menjadi tempat wisata warga Bangkinang, Sungai Hijau, terletak di Bukit Cadika. Sungai ini mengalir jernih di tengah hutan karet. Bayangan hutan karet menimbulkan warna hijau karena airnya yang jernih. 



Senja di Bukit Cadika, Bangkinang 

Sungai Hijau, Cadika, Bangkinang

Sungai Hijau, Cadika, Bangkinang


Suasana alam di kota Bangkinang saat senja dan malam hari, hasil jepretanku. 

Senja di kota Bangkinang


Malam di kota Bangkinang saat supermoon