sambutan

selamat datang sahabat.....

Sabtu, 27 Maret 2010

Menikmati Sakit

           Dalam menjalani hidup ini sudah menjadi sunnatullah bahwa ada siang dan malam, ada sakit dan sehat, ada tua dan muda, ada kaya dan miskin dan seterusnya. Pada perputaran waktu dan keadaan itulah kita menemukan kebesaran Tuhan.



           Saat miskin kita ingin menjadi kaya. Saat tua menjelang kita menyesali waktu muda yang telah lewat. Saat sakit kita baru menyadari betapa nikmatnya sehat. Tapi ada orang yang menikmati penyakitnya bahkan tidak mau sehat. Seperti halnya menikmati malam saat gelap ditemani rembulan dan bintang-bintang. Gak percaya? Coba perhatikan diri kita maupun orang-orang di sekeliling kita. Kita pasti akan menemukan orang-orang yang menikmati penyakitnya dan gak mau sehat.

           Kita terkadang suka munafik terhadap diri kita. Suka berbohong terhadap diri sendiri. Tak terkecuali saya. Heheheh… :) Kita bilang mau sehat tapi kita merokok. Kita bilang kita menyayangi anak dan istri tapi menghembuskan asap rokok ke wajah mereka, memenuhi udara yang mereka hirup dengan asap rokok. Kita bilang kita ingin hidup sehat dan bahagia tapi kita memenuhi perut kita dengan segala macam sampah dan bibit penyakit.

          Dalam keadaan sakit, sekalipun menderita, kita malah gak mau sembuh. Setelah minum obat kita berharap akan sakit kembali.

          Berdasarkan pengalaman saya berurusan dengan orang sakit, saya selalu menemukan bahwa pasien yang sakit kronis itu disebabkan oleh diri mereka sendiri. Setelah sembuh dari sakit, mereka selalu menunggu waktu untuk sakit kembali. Penyakit itu selalu dipanggil hadir dalam hidup mereka. Terutama penyakit-penyakit yang dicetuskan dan diperberat oleh stres.

           Sebagai contoh, pasien sakit maag kronis selalu sembuh pada bulan Ramadhan kecuali yang memiliki kondisi jiwa yang sangat labil atau kelainan organ yang serius. Perutnya terasa mulai sakit pada saat dekat waktu berbuka. Kenapa? Karena saat menjelang berbuka dia ingat makanan, dia ingat dia sakit maag. Jadi dia mulai memanggil penyakitnya untuk hadir. Uh… seperti orang animisme memanggil roh orang mati aja ya… Hehehe… :) Begitulah… Karena dipanggil ya jelas aja penyakit itu datang. Ibaratnya, datang tidak dijemput, pulang tidak diantar. Heheheh… :) Cuma perlu dipanggil…

Bagaimana caranya untuk sehat?

            Sehat itu dimulai dari diri kita. Kekuatan hati dan keyakinan kitalah yang membantu tubuh kita untuk sembuh. Kenapa pengobatan alternatif mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia? Karena percaya dengan paranormal yang mengobati. Kalau kita tidak percaya maka kita tidak akan sembuh. Begitupun saat pasien berurusan dengan dokter. Kepercayaan pasien pada dokter akan membantu pasien untuk sembuh.

            Kita harus melatih diri kita untuk menikmati sehat, bukan untuk menikmati penyakit. Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan psikis hanya dapat disembuhkan bila kita ingin sembuh dan tidak menikmati penyakit. Perasaan dan pikiran kita sangat menentukan kondisi tubuh kita. Bila kita mengingat sakit terus menerus maka sakit akan bersahabat dengan kita dan tidak mau pergi. Seperti halnya kekasih hati yang selalu kita ingat dan menemani kita, maka penyakit yang selalu kita ingat pada akhirnya akan menjadi kekasih yang senantiasa menemati kita. Nah, kalo ingin sehat maka lupakanlah penyakit itu, biarkan dia pergi dengan penuh rasa ikhlas. :) Jangan panggil-panggil dia untuk kembali, tidak dalam pikiran kita, tidak pula dalam hati kita. Semoga kita senantiasa sehat karena kita mencintai sehat dan menjadikannya kekasih kita dalam menjalani kehidupan ini. Kita hanya menerima seperti apa persangkaan kita terhadap hidup kita. Seperti dalam sebuah hadist qudsi, Allah berkata : Aku berada dalam persangkaan hambaKu.***

Diposting juga disini dan disana